Mereka Yang Berkhasiat
Nama :
Lokal = Bungur, ketangi, laban, wungu (Jawa), Bungur kuwal, bungur bener (Lampung), bungur tekuyung (Palembang), bhungor, wungur (Madura)
Latin = Lagerstroemia speciosa
Asing = Bungur (Melayu)
Kegunaannya yaitu sebagai tanaman hias dan tanaman pelindung.
Bagian yang digunakan herbal adalah Biji, kulit kayu, daun.
Efek Herbal :
Antibakteri, hipoglikemik.
Empiris :
Masyarakat menggunakan rebusan kulit batang bungur untuk menurunkan kadar gula darah. Biasanya konsumsi dipadukan dengan kapsul daun sendok dan mimba. Daun sendok termasuk antidiabetes, mimba untuk mengurangi gatal-gatal.
Senyawa Aktif :
Asam korosolik, saponin, flavonoid, dan tanin.
Bukti Ilmiah :
Hipoglikemik
Dr Yamakazaki, farmakolog Hiroshima University School of Medicine, Jepang. Meriset asam korosolik, senyawa aktif pada daun bungur yang berfungsi seperti insulin. Hasil penelitiannya menunjukkan korosolik mengaktivasi proses transfer glukosa darah ke dalam sel sehingga kadar glukosa darah turun. Otomatis menumpukan glukosa dalam darah bisa dicegah. Uji klinis telah dilakukan di beberapa negara untuk membuktikan khasiat korosolik. Hasilnya korosolik dapat mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diebetes.